18 Rahasia dan Kunci Rezeki Berlimpah Menurut Islam

4
3536

Setiap saat, makhluk sangat membutuhkan rezeki. Sesuai kehendak Allah rezeki bisa berkurang dan bertambah.

Wajar jika manusia ingin rezekinya bertahan bahkan bertambah. Saya mengumpulkan 18 kunci rezeki, berupa tips mempertahankan dan menambah rezeki dari berbagai sumber terpercaya.

Semoga dengan melakukan tips-tips tersebut Allah memudahkan rezeki kita, membuka pintu-pintu rezeki bagi kita.

Yang paling penting, niatkan melakukan hal-hal di bawah ini ikhlas karena Allah, jangan karena tujuan duniawi semata.

Saya sendiri sekarang jarang meniatkan amalan di bawah ini untuk tujuan dunia. Kecuali sangat kepepet, misal keluarga saya sedang benar-benar kelaparan sedangkan tak ada uang dan makanan.

Sambil berikhtiar saya ambil satu amalan misalnya memperbanyak istighfar. Saya niatkan meminta ampun padaNya dan agar urusan saya dimudahkan.

Dalam keadaan biasa, saya amalkan sebisa mungkin murni niat karena Allah. Karena saya takut, jika terselip niat untuk dunia maka saya hanya dapat balasan di dunia, sedangkan di akhirat  tidak dapat apa-apa.

Yakinlah Allah selalu menepati janjiNya.

Kunci rezeki

1. Menjaga Silaturahim Mendatangkan Rezeki

Jagalah hubungan dengan kerabat yang ada hubungan darah dengan kita. Sila artinya hubungan, rahim artinya hubungan darah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,”Bersedekah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturahim.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Ayah, ibu, paman, bibi, sepupu, keponakan, dan sebagainya mereka adalah kerabat kita. Jauh atau dekat sama saja, makin dekat maka makin lebih berhak untuk dijaga silaturahimnya. Jika ada yang terputus silaturahimnya maka segera sambungkanlah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Barangsiapa ingin dilapangkan baginya rezekinya dan diberkahi untuknya umurnya hendaknya ia melakukan silaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Jangan Remehkan Dahsyatnya Doa

Selalu berdoa sebelum melakukan segala sesuatu. Mau bekerja berdoa, mau berobat berdoa, mau bertemu klien berdoa, dapat rezeki berdoa.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tiap-tiap urusan penting menjadi putus berkahnya jika tidak dimulai dengan ucapan Bismillâhir-rahmânir-rahîm.” (HR. Ar-Rahawy)

Juga perbanyaklah doa meminta rezeki, seperti di bawah ini.

Setiap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat Shubuh, setelah salam, beliau membaca doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisiMu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah danAhmad)

Doa dari hadits Ali radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan doa berikut:

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.

Artinya: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karuniaMu dari bergantung pada selainMu.” (HR. Tirmidzi)

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَارْحَمْنِي ، وَاهْدِني ، وَعَافِني ، وَارْزُقْنِي

Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku.”

اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي وَأطِلْ حَيَاتِي عَلَى طَاعَتِكَ، وَأحْسِنْ عَمَلِي وَاغْفِرْ لِي

Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii.

Artinya: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan padaMu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.”

3. Hijrah ke Tempat yang Lebih Baik

Hijrah (berpindah) dari tempat yang buruk ke tempat yang lebih baik. Misalnya dari tempat kerja yang mengganggu ibadah dan iman ke tempat kerja yang lebih leluasa untuk menjalankan ibadah.

Berpindah dari negara non muslim ke negara muslim juga termasuk. Sebaiknya kita tidak tinggal di negara non muslim kecuali darurat (ada keperluan). Misalnya memang lahirnya di negara itu, tugas negara, atau mencari ilmu.

Hijrah menyebabkan rezeki, lihat surat An Nisa ayat 100 di bawah ini.

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan RasulNya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 100)

4. Persahabatan dan Lingkungan yang Sehat

Pertemanan dan lingkungan itu berpengaruh. Bersahabatlah dengan orang-orang yang berprestasi.

Kalau kita bergaul dengan pengangguran semua, jangan heran kalau kita juga jadi pengangguran, atau setidaknya kita ketularan jadi malas. Kalau kita bergaul dengan pedagang semua, jangan heran kalau nantinya kita juga jadi pedagang, atau setidaknya kita mendapat banyak ilmu perdagangan.

“Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

5. Mencari Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan

Mencari ilmu

Kita harus punya ilmu agama agar terpandu dengan baik hidup kita. Tahu halal haram, berakhlak baik, tahu hukum-hukum berniaga, dan sebagainya.

Ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan usaha kita, sebaiknya harus dimiliki.

Misalnya ingin buka restoran kita harus punya ilmunya. Kita pelajari bagaimana cara menyimpan bahan mentah yang baik, tahu bagaimana membuat masakan yang sehat dan enak. Kalau punya ilmunya akan lebih mudah untuk menguasai bidang usaha kita.

Dikatakan dalam sebuah atsar,”Siapa yang menginginkan dunia dia harus punya ilmu, siapa yang menginginkan akhirat dia harus punya ilmu, siapa yang ingin menggabungkan keduanya dia harus punya ilmu.”

6. Menikmati yang Halal dan Thayyib

Halal artinya sesuatu yang dibolehkan oleh Allah, thayyib artinya berkualitas.

“Sesungguhnya Allah sangat suka melihat bekas nikmat Allah tampak pada hambaNya.” (HR. Tirmidzi)

Maka nikmatilah apa-apa yang halal dan thayyib yang telah dikaruniakan kepada kita.

Misalnya jika ada baju seharga 200 ribu dan 100 ribu, kita mampu membeli yang berharga 200 ribu. Maka belilah yang harganya 200 ribu itu. Hal itu tidak termasuk mubadzir melainkan bentuk mensyukuri nikmat Allah.

Kita nikmati yang halal dan berkualitas dalam hidup kita. Termasuk diantaranya adalah menjaga kebersihan dan kerapian.

Kaidah yang kita jadikan pegangan adalah tidak berlebihan tetapi juga jangan terlalu pelit pada diri sendiri. Jangan membeli 1000 pasang sepatu, juga jangan terus-menerus memakai sepatu usang berlubang-lubang padahal kita sangat mampu membeli yang baru.

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepadaNya saja menyembah.” (QS. An-Nahl: 114)

7. Tawakkal kepada Allah

Tawakkal adalah menyerahkan urusan, hasil dari usaha, kepada Allah. Kita berusaha/berikhtiar lebih dahulu lalu hasilnya diserahkan kepada Allah.

Seseorang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,”Aku lepaskan untaku dan (lalu) aku bertawakkal?” Nabi bersabda,”Ikatlah kemudian bertawakkallah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)

Tawakkal mendatangkan rezeki, menyebabkan keperluan kita dicukupiNya.

“Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS Ath-Thalaq: 3)

8. Zuhud dan Tidak Mengemis

Zuhud bukanlah meninggalkan dunia, tetapi mendahulukan akhirat daripada dunia. Jangan menjadikan dunia sebagai target utama, tapi tidak juga melupakan dunia.

Kita juga tidak boleh mengemis/meminta-minta. Kita harus mau bekerja dan hidup dari hasil kerja kita sendiri.

Meminta-minta adalah jalan menuju kefakiran, seperti dikatakan dalam hadits di bawah ini.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya: Tidak berkurang harta karena sedekah, tidak teraniaya seorang hamba dengan aniaya yang ia sabar atasnya melainkan Allah Azza Wajalla menambahkan kemuliaan, dan tidak membuka seorang hamba pintu meminta-minta melainkan Allah membuka atasnya pintu kefakiran.” (HR. Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

9. Bangun Pagi Penuh Berkah

Bangun pagi penuh berkah

Pagi hari adalah waktu yang penuh berkah. Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)

Pagi hari juga waktu terbukanya pintu rezeki. Antara terbitnya fajar hingga terbitnya matahari adalah waktu dimana Allah memberikan rezeki kepada hambaNya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu ketika pulang dari shalat subuh di Masjid Nabawi dan ia mendapati putrinya Fatimah masih tidur. Dengan penuh kasih sayang beliau menggerakkan badan putrinya itu lalu berkata,”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai karena Allah memberi rezeki kepada hambaNya antara terbit fajar dan terbit matahari.” (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

10. Istiqamah dalam Ketaatan

Istiqamah (konsisten, rajin) dalam ketaatan, dalam sesuatu yang baik, Insya Allah mendatangkan rezeki berlimpah.

Coba kita pikirkan, seseorang yang istiqamah berdagang hampir setiap hari, kemungkinan dia mendapatkan rezeki berupa omset semakin besar, kan? Seseorang yang malas-malasan berdagang, sehari jualan liburnya seminggu, kemungkinan dia mendapatkan rezeki sangat kecil.

Lalu bagaimana dengan orang yang istiqamah dalam kesesatan dan keburukan, kok mereka juga mendapat rezeki yang banyak? Bentuk rezeki mereka itu istidraj. Mereka diberi banyak rezeki dan kenikmatan tetapi justru menjauhkan mereka dari Allah.

11. Bertaqwa Kepada Allah

Taqwa adalah patuh kepada Allah, mengerjakan semua perintah baik yang wajib dan yang sunnah, meninggalkan semua larangan baik yang haram dan yang makruh.

Untuk menggapai taqwa kerjakanlah yang wajib dan yang sunnah semaksimal mungkin. Misalnya tidak sekedar shalat 5 waktu tapi juga tepat waktu. Jika sedekah memberikan yang terbaik yang dipunyai. Shalat dhuha 2 rakaat sudah cukup, tapi ada sunnah 12 rakaat maka itulah yang dikerjakan.

Makin tinggi tingkat taqwa seseorang, makin terbuka pintu rezekinya.

“… Barangsiapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS Ath-Thalaaq: 2-3)

12. Infaq dan Sedekah dengan yang Terbaik

Berbeda dengan nasehat yang banyak beredar, kalau mau kaya disuruh menabung. Di dalam Islam kalau mau kaya disuruh berinfaq dan bersedekah. Disuruh mengeluarkan harta.

Makin banyak yang dikeluarkan, makin banyak yang datang. Makin sedikit yang dikeluarkan, makin sedikit juga yang datang. Kita diperbolehkan menabung tapi dengan pemahaman bahwa tabungan akhirat jauh lebih penting.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepadanya,”Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi berfirman,’Wahai anak Adam! Berinfaqlah, niscaya Aku berinfaq kepadamu.’.”

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang dhalim.” (QS. Al-Baqarah: 254)

“Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang telah beriman: “Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.” (QS. Ibrahim: 31)

Orang mukmin sangat menyayangi hartanya. Sampai-sampai ia bawa hartanya itu ke akhirat, dengan cara berinfaq dan bersedekah.

Jangan tanggung-tanggung bersedekah. Berikan yang terbaik di jalan Allah, Allah akan berikan yang terbaik untuk kita.

Urwah bin Zubair radhiyallahu ‘anhu berkata,”Janganlah kalian menghadiahkan kepada Allah SWT dengan apa yang kalian merasa malu menghadiahkannya kepada para pemimpin kalian, sebab Allah SWT Maha Mulia, Maha Pemurah dan lebih berhak didahulukan dan diutamakan.”

Ulama berkata,”Berapa banyak orang-orang yang tidak sadar, pada saat dia berikan di tangan orang-orang miskin yang mengagetkan mereka (misalnya sesuatu dalam jumlah besar atau yang sangat berarti), lalu dia mengangkat tangan di malam harinya kemudian selesai permasalahannya.”

Jika ingin berbagi pada orang lain, janganlah menilai orang tersebut. Misal ada orang miskin meminta bantuan, bukan tugas kita kita menilai. Ah, orang ini masih kuat, orang ini masih muda, dan sebagainya.

Beri saja, bantu saja.

Kalau di depan kita ada perintah ibadah, ada kesempatan berbuat kebaikan, maka tugas kita ya melaksanakan bukannya menilai. Bahkan saat ada orang yang lebih mampu dari kita darang meminta bantuan, berikanlah.

Sedekah tidak hanya berbentuk harta tetapi juga tenaga, jasa, dan sebagainya.

13. Bersyukur Menambah Nikmat

Perbanyaklah bacaan tahmid, Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Sungguh ringan dilakukan tapi manfaatnya sangat besar. Allah menjanjikan, jika bersyukur maka nikmat kita akan ditambah.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan,”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7)

Menurut ulama, terkait dengan syukur, manusia terdiri dari 3 tingkatan:

  1. Orang yang buruk. Susah sekali bersyukur, mengeluh terus. Susah sekali melihat nikmat yang telah Allah beri padanya.
  2. Orang mukmin. Di saat diberi nikmat ia bersyukur, di saat diberi cobaan ia bersabar.
  3. Orang muhsin. Selalu bersyukur baik saat mendapat nikmat maupun cobaan.

Banyak hal yang kelihatannya tidak enak namun sesungguhnya patut kita syukuri. Misalnya rasa lapar. Banyak yang bilang semacam,”Aduh, lapar, nih,” jika sedang lapar.

Sesungguhnya ucapan yang lebih tepat adalah,”Alhamdulillah, lapar.” Karena rasa lapar adalah sebuah nikmat, makan kurang terasa enak kalau tidak lapar. Rasa lapar adalah indikasi tubuh kita perlu asupan nutrisi, perlu makan.

Coba kalau tidak ada rasa lapar, bisa-bisa kita sakit dan kekurangan gizi karena malas makan.

14. Shalat Malam Memperlancar Rezeki

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan shalat malam adalah pelancar rezeki.

Waktu paling utama mengerjakan shalat malam adalah di sepertiga malam terakhir. Di saat itu doa menjadi mustajab.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Allah tabaaraka wata’aala turun setiap malam ke langit bumi, ketika malam tersisa sepertiga terakhir. Ia berkata,’Adakah yang memohon kepadaKu agar Aku kabulkan, adakah yang meminta kepadaKu agar Aku berikan, adakah yang memohon ampun agar Aku ampuni.'” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bersyukurlah jika kita dianugerahi kemampuan untuk shalat malam, karena hal itu sungguh berat bagi sebagian orang. Juga jangan lupakan pesan Ibnul Qayyim,”Jika Allah memudahkan bagimu untuk mengerjakan shalat malam maka janganlah memandang rendah mereka yang tidur.”

15. Bertobat dan Memperbanyak Istighfar

Yang banyak menahan rezeki adalah dosa. Kalau kita jauh dari dosa-dosa, Allah akan membukakan pintu rezeki.

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap ke arah kami dan bersabda,”Wahai sekalian kaum Muhajirin, ada lima hal yang jika kalian terjatuh ke dalamnya, dan aku berlindung kepada Allah supaya kalian tidak menjumpainya:

  1. Tidaklah nampak zina di suatu kaum, sehingga dilakukan secara terang-terangan kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka tha’un (wabah) dan penyakit-penyakit yang tidak pernah menjangkiti generasi sebelumnya.
  2. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan ditimpa paceklik, susahnya penghidupan dan kedhaliman penguasa atas mereka.
  3. Tidaklah mereka menahan zakat (tidak membayarnya) kecuali hujan dari langit akan ditahan dari mereka (hujan tidak turun), dan sekiranya bukan karena hewan-hewan, niscaya manusia tidak akan diberi hujan.
  4. Tidaklah mereka melanggar perjanjian mereka dengan Allah dan RasulNya, kecuali Allah akan menjadikan musuh mereka (dari kalangan selain mereka; orang kafir) berkuasa atas mereka, lalu musuh tersebut mengambil sebagian apa yang mereka miliki.
  5. Dan selama pemimpin-pemimpin mereka (kaum muslimin) tidak berhukum dengan Kitabullah (Al-Qur’an) dan mengambil yang terbaik dari apa-apa yang diturunkan oleh Allah (syariat Islam), melainkan Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka.”

(HR. Ibnu Majah, Abu Nu’aim, dan Al-Hakim)

Dosa itu ibarat kotoran yang menyumbat saluran air. Kalau kita bertobat dan memperbanyak istighfar, kita sedang menarik/membersihkan kotoran itu, sehingga nanti aliran airnya jadi lancar.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasanya ia berkata,

“Ada seorang laki-laki mengadu kepada Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya,’Beristighfarlah kepada Allah!’.

Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya,’Beristighfarlah kepada Allah!’.

Yang lain lagi berkata kepadanya,’Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar Ia memberiku anak. Maka beliau mengatakan kepadanya,’Beristighfarlah kepada Allah!’.

Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya,’Beristighfarlah kepada Allah!’.”

Dalam riwayat lain disebutkan Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya Hasan Al-Bashri,”Banyak orang yang mengadukan macam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar?”

Maka Hasan Al-Bashri menjawab,”Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh.”

…”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai…” (QS Nuh: 10-12)

16. Dzikir Pagi dan Petang

Sangat baik mengiringi usaha kita dengan berdzikir, diantaranya adalah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu dzikir pagi dan petang.

Saya sendiri mengambil bacaan dzikir pagi dan bacaan dzikir petang dari Rumaysho.com. Di kedua halaman website tersebut juga dijelaskan keutamaan-keutamaan bacaan dzikir tertentu.

Kenapa dzikir bisa membuka pintu rezeki? Karena dibalik dzikir ada ketaqwaan kepada Allah, ada do’a kepada Allah, ada kedekatan kepada Allah, ada syukur kepada Allah atas segala nikmat, ada tawakkal kepada Allah.

Kita ambil satu contoh saja, ada syukur kepada Allah, bukankah orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya?

17. Menikah, Salah Satu Cara Membuka Pintu Rezeki

Menikah adalah perintah agama dan salah satu sumber datangnya rezeki.

Menikahlah dengan orang yang sepadan. Seorang laki-laki yang penghasilannya sederhana, hendaknya menikah dengan wanita yang mampu dan mau hidup sederhana.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: orang yang berjihad di jalan Allah, orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” (HR. An-Nasa’i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Terbukanya pintu rezeki dengan menikah adalah janji Allah di dalam Al-Qur’an. Apakah yang kita ragukan jika Allah sendiri yang berjanji?

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha luas (pemberianNya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nuur: 32)

18. Rutin Mengerjakan Haji dan Umrah Pembuka Pintu Rezeki

Haji dan umrah membuka pintu rezeki

Kita tahu di Indonesia sendiri orang yang sudah berhaji dibuka pintu rezekinya. Haji dan umrah yang dikerjakan secara rutin memang akan menghilangkan kemiskinan.

Atha’ bin Abi Rabbah telah melakukan 70 kali haji dan 70 kali wukuf di arafah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. Tirmidzi)

Jika kemiskinan dihilangkan maka yang tinggal adalah kekayaan.

Penutup

Jika suatu saat kita mengamalkan tips di atas dan lama tidak ada hasilnya, jangan khawatir. Mungkin Allah sudah memberikan hasil tapi kita tidak sadar.

Karena rezeki bukan hanya sekedar harta. Sakit yang menambah kedekatan pada Allah adalah rezeki, kesabaran adalah rezeki, beramal shalih adalah rezeki.

Bangkrutnya perusahaan yang membuat kita jadi lebih rendah hati dan bertobat adalah rezeki. Harta yang dihabiskan di jalan yang baik juga rezeki, dan surga adalah rezeki yang sangat besar.

Sebaliknya, bergunung-gunung pun harta kita jika didapat dengan cara yang tidak baik, dibelanjakan di jalan yang tidak baik pula, itu bukan rezeki.

Semoga 18 tips di atas bermanfaat bagi kita. Jika ada kesalahan atau ingin menambahkan keterangan silakan tulis di komentar atau kontak saya.

Wallahu a’lam

Referensi:

  1. Kajian: Inilah rahasia rezekimu (2)
  2. Kumpulan do’a pembuka pintu rezeki
  3. Pengaruh teman bergaul
  4. Salamdakwah
  5. Kisahmuslim
  6. Al-Qur’an online
  7. Asdhar
  8. Pelancar & penghambat rezeki
  9. Istiqamah & limpahan rezeki
  10. Amalan pembuka pintu rezeki
SHARE
Next articleSurau Kampung Ideal

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY